Natunews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan memasang radar cuaca canggih dari Jerman di Kabupaten Natuna, Kepri. Tujuannya untuk memperkuat sistem pemantauan cuaca ekstrem dan mitigasi bencana di wilayah perbatasan.
Radar yang akan mulai dipasang pada Januari 2026, itu terdiri dari 1 unit radar C-band untuk pemantauan cuaca ekstrem dan 4 unit radar S-band untuk memperluas cakupan deteksi hujan dan awan. Proyek ini disebut menggunakan anggaran sekitar Rp1,88 triliun dari program penguatan kapasitas layanan cuaca dan iklim.
“BMKG akan memasang, 1 unit radar C-band di Natuna untuk pemantauan cuaca ekstrem. 4 unit radar S-band untuk memperluas cakupan deteksi hujan dan awan di wilayah lain. 20 radar high-frequency (HF) guna memantau gelombang laut dan arus di perairan Indonesia. Proyek ini terintegrasi seluruhnya akan menggunakan anggaran Rp1,88 triliun dari program Strengthening Climate and Weather Service Capacity-Phase II (SIMM2) pada 2025. ” jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI seperti dikutip Antara.
Menurut Dwikora, Natuna termasuk wilayah yang masih kekurangan fasilitas radar cuaca. Lebih jauh Dwikorita menegaskan bahwa penambahan radar ini sangat krusial untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti Banjir Gelombang tinggi, Angin kencang “Kecepatan dan ketepatan informasi peringatan dini bisa lebih ditingkatkan dengan teknologi ini,” imbuhnya.
Dengan hadirnya radar canggih ini, diharapkan masyarakat Natuna mendapat peringatan dini lebih akurat, mendukung aktivitas nelayan dan pelayaran dengan informasi cuaca real-time, serta memperkuat sistem keamanan maritim di perbatasan Indonesia.
Pemasangan radar ini merupakan langkah strategis yang juga mendapat dukungan dari Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang aktif memperjuangkan penguatan infrastruktur pemantauan cuaca di Natuna.
Selain radar cuaca, Natuna juga menjadi fokus pengembangan sistem pertahanan udara, termasuk penggunaan radar canggih dan sistem coastal defense untuk menjaga kedaulatan wilayah dari ancaman. Sebelumnya, di Natuna sudah terdapat radar seperti Thomson TRS 2215 sebagai bagian pengamanan ruang udara kawasan tersebut. Radar terbaru ini akan melengkapi dan meningkatkan kemampuan deteksi dini.
Radar yang akan dipasang juga melibatkan teknologi hardware dan software tercanggih, dengan kerja sama internasional, misalnya radar buatan Leonardo Germany yang akan dipasang di Natuna mulai Januari 2026.
Keseluruhan upaya ini menegaskan komitmen pemerintah meningkatkan keamanan, keselamatan, dan mitigasi bencana di Natuna melalui teknologi radar canggih yang modern dan terintegrasi. (nn1)
