Buatkan Semangat nasionalisme bergelora di beranda terdepan Nusantara. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah bendera Merah Putih berukuran raksasa, 2,5 meter x 20 meter, membentang megah di perbatasan perairan Laut Natuna Utara, tepatnya di pesisir pantai depan Pos Angkatan Laut (Posal) Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (15/8/2026) pagi.
​Kegiatan patriotik yang dimulai tepat pukul 06.30 WIB ini tidak lepas dari peran penting Pjs. Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Pulau Laut, Peltu Mes Juliandi Effendi. Di bawah arahannya, elemen masyarakat di wilayah perbatasan bersatu padu.
​Menariknya, motor penggerak semangat generasi muda dalam aksi ini adalah anggota Pramuka Saka Bahari tingkat SMA dan SMP. Sebagai organisasi kepemudaan binaan langsung Posal Pulau Laut, Saka Bahari menunjukkan kedisiplinan dan rasa cinta bahari yang tinggi saat memimpin barisan pembentangan bendera di tepi pantai.
Sinergitas penjagaan kedaulatan di pulau terluar ini tampak kental. Selain Posal Pulau Laut dan Saka Bahari, pembentangan bendera raksasa ini melibatkan kolaborasi erat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan warga setempat. Turut hadir dalam barisan tersebut adalah Satgas Marinir Pulau Sekatung, Koramil Pulau Laut, Camat beserta unsur jajarannya, Kepala Desa se-Kecamatan Pulau Laut, Unit SAR Basarnas Pulau Laut, dan masyarakat sipil.
Dengan latar belakang keindahan alam Bukit Gunung Paku, bentangan Merah Putih yang menyapu bibir pantai ini bukan sekadar seremonial visual, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam.
​Pjs. Danposal Pulau Laut, Peltu Mes Juliandi Effendi, menuturkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kecintaan masyarakat perbatasan terhadap Tanah Air, sekaligus penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
​”Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dengan latar alam Bukit Gunung Paku yang indah, pembentangan bendera ini diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan,” ujar Juliandi.
​Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembinaan generasi muda di wilayah perbatasan. Keterlibatan aktif Saka Bahari menjadi bukti suksesnya penanaman nilai-nilai kebangsaan oleh TNI AL di garda terdepan.
​”Kami ingin menumbuhkan rasa nasionalisme yang kuat, khususnya bagi generasi muda di Kecamatan Pulau Laut, yang merupakan pulau terluar Utara Indonesia. Di tangan merekalah kedaulatan masa depan bangsa ini dititipkan,” pungkasnya.
​Di tengah embusan angin perbatasan Laut Cina Selatan, Merah Putih sepanjang 20 meter itu menjadi pesan tegas: bahwa dari pulau terluar di ujung utara, detak jantung nasionalisme Indonesia tetap berdenyut kuat.
